Wellcome To Our Awesome Website



By Admin  Article Published 21 July 2014
 
 Review: ASUS Zenfone 4
Bintang di Kelas Low End
 
teknoup.com

 

Inilah si kecil dari tiga bersaudara Zenfone dari ASUS, Zenfone 4. Ponsel ini menempati posisi paling bontot baik dari segi spesifikasi dan harga. Meskipun paling bontot namun spesifikasi yang dimiliki terbilang mumpuni di kelasnya sebut saja RAM 1GB dan layar 4-inci. Dibanderol dengan harga satu juta rupiah saja, mampukan Zenfone 4 mencuri perhatian pasar dan menjatuhkan kompetitor lain? Langsung saja baca reviewnya dibawah ini.

Spesifikasi Utama

  • GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
  • HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
  • Layar TFT 4.0 inci 480 x 800 pixel (~233 ppi)
  • Android 4.3 Jelly Bean, upgradeable to 4.4.2 Kitkat
  • Prosesor Dual-core 1.2 GHz Intel Atom Z2520
  • GPU PowerVR SGX544MP2
  • RAM 1GB
  • Memori Internal 8 GB
  • Kamera belakang 5 MP, 2592 x 1944 piksel autofokus
  • Baterai 1200 mAh

Paket Penjualan

  • ASUS Zenfone 4
  • 2 Baterai
  • Charger
  • Kabel data
  • Manual
  • Kartu garansi

 


 

Desain dan Body
Dasarnya ketiga bersaudara Zenfone memiliki konsep desain yang mirip. Untuk adik kecil ini Asus memberikan bodi yang seluruhnya terbuat dari plastik dan sesuai dengan nama yang digunakan ''Zen'', Zenfone 4 diberikan aksen garis-garis melingkar dibagian bawah tombol kapasitif. Ponsel ini memiliki dimesi yang pas digenggaman 124.4 x 61.4 x 11.5 mm dengan bobot 115 gram. Terlebih sudut yang melengkung dan tekstur bagian belakang yang kesat membuat genggaman tidak licin dan tidak usah takut tergores.

 


 

 


 

Bagian depan terisi dengan LED notifikasi yang kecil, earpiece, kamera depan, sensor proximity, layar 4-inci, dan tiga buah tombol Android kapasitif tanpa backlight. Bagian belakang terisi dengan kamera utama dan speaker. Untuk keberadaan dua slot microSIM dan microSD harus membuka back cover dahulu. Untungnya dapat dilakukan tanpa harus mencabut baterai.

 


 

 


 

 


 

 


 

 


 

 


 

Sisi kiri ponsel terisi dengan tombol lock/power dan volume, sedangkan hanya port microUSB di sisi kanan. Bagian atas terdapat port headset 3.5mm dan bagian bawah terdapat lubang mic.

 


 

 


 

 


 

 


 

Asus cukup dikenal sebagai manufaktur perangkat yang tidak pelit memberikan layar berkualitas baik. Salah satunya ASUS Zenfone 4 dengan layar 4-inci beresolusi WVGA ini, dimana hanya dibanderol satu juta saja, tapi layar dimiliki memiliki kualitas yang tergolong lebih baik jika dibandingkan kompetitor lain ditambah kaca Gorilla Glass 3 yang terkenal daya tahannya. Memang tidak bisa dikatakan sangat bagus tapi setidaknya mampu menampilkan tampilan layar yang tajam dan pewarnaan natural. ASUS juga menyisipkan aplikasi Splendid, yang memberi akses pengguna mengatur profil layar apakah ingin lebih kontras, natural, atau preferensi lain secara manual. Kekurangan layar ini menurut kami hanya lapisan yang reflektif dan kurang mampunya layar menampilkan tampilan yang terang dibawah paparan sinar matahari (khas ponsel low-end).

Antarmuka
Biasanya smartphone Android murah nan powerful saat ini menggunakan prosesor MTK atau Qualcomm yang seri lama plus RAM 512MB saja. Tapi ASUS memberikan alternatif lain yaitu prosesor dual-core dari Intel dikombinasikan RAM sebesar ponsel mid-end yakni 1GB. Zenfone 4 menggunakan JellyBean 4.3 out of the box dengan janji update Kitkat 4.4.

ASUS kali ini terlihat serius dengan mengkostumisasi tampilan baru yang bernama ZenUI. Antarmuka ZenUI menurut kami merupakan kombinasi dari miUI dan LenovoUI plus sedikit terlihat BB10 di bagian lockscreen dan SenseUI di tampilan widget. Bukan hal yang buruk melainkan cara yang pintar mengambil sisi positif dari UI lain.

ZenUI ingin memberikan pengalaman yang informatif dan kemudahan akses. Hal ini sudah terlihat di bagian lockscreen, dimana disediakan jalan pintas ke menu kamera, dial, dan sms. Ditampilkan juga informasi cuaca selain tanggal dan waktu, dan juga agenda harian pengguna. Karena sudah JellyBean 4.3 maka pengguna juga bisa menambahkan widget-widget sesuai pilihan disini.

 


 

Masuk ke homescreen disediakan hingga maksimal 9 halaman yang dapat diisi berbagai widget, folder maupun shortcut. Masuk ke drawer apps, tampilannya sebenarnya standar Android saja hanya penampilan yang di kustom sehingga terlihat lebih menarik.

 


 

 


 

Terdapat dua jendela yang berbeda jika melakukan gestur swipe kebawah dari bagian layar atas. Jika di area kanan akan memunculkan quick toggle untuk beberapa pilihan pengaturan, sedangkan jika di bagian kiri akan memunculkan jendela notifikasi.

 


 

 


 

Sejauh kami melakukan review, Zenfone 4 mampu mengerjakan tugas dengan cepat dan bebas lag. Antarmuka yang banyak kostumisasi juga tidak melambatkan proses pergantian halaman-halaman. Dari 8GB internal memori yang diberikan, sekitar 4,6GB saja yang dapat dimanfaatkan, masih terbilang cukup untuk kelasnya.

 


 

Kamera
Zenfone 4 memiliki dua kamera, satu di depan dengan resolusi 0.3 MP (640x360 piksel) dan kemara belakang beresolusi 5MP (2592 x 1944) autofokus namun tanpa LED flash. Tidak semua fitur Pixel Master yang dimiliki kakak-kakaknya diturunkan, tercatat hanya mode-mode yang menggunakan pengolahan software saja yang ada (Time Rewind, Smart Remove, Turbo Burst, Depth of Field, HDR, All Smile, Pencil Effect, Miniature Mode, Beautification, Selfie), untuk Low Light Mode absen karena membutuhkan modul kamera yang lebih baik. Meskipun begitu pengaturan yang diberikan tergolong lengkap.

 


 

 


 

 


 

 


 

Untuk kualitas hasil foto, saat kami coba di luar ruangan terlihat terang, pewarnaan natural, cukup tajam, namun bagian tengah kamera terlihat pinkish, sehingga untuk objek berwarna putih jadi tidak berubah warna. Hal yang sama juga dibawa ke dalam ruangan, objek putih menjadi ternodai warna pink. Untuk kehadiran noise dapat di maklumi dan tidak terlalu parah.

 


 

 


 

 

ASUS Zenfone 4 Review Gallery
 

 

Antarmuka kamera dan perekaman video menyatu, oleh sebab itu disediakan dua tombol untuk foto dan video. Saat melakukan perekaman video juga dapat dibarengi pengambilan gambar dengan resolusi sesuai resolusi video. Kamera 5MP di bagian belakang ini mampu melakukan perekaman hingga resolusi FullHD 1080p yang disimpan dalam format MP4 dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

 


 

Multimedia
Konten foto dan video dikumpulkan di aplikasi Gallery yang tampilannya sedikit berbeda. Fitur yang ada sebenarnya standar Android, hanya saja ASUS melengkapi dengan kemampuan integrasi dari layanan online/berbasis awan.

 


 

 


 

 


 

Meskipun berada di kelas low end namun masalah pemutaran video, Zenfone 4 terbilang handal karena mampu memutar video format MKV hingga 720p dengan lancar, sayang saja tidak ada dukungan subtitle dan untuk format AVI dan WMV harus menggunakan aplikasi pihak ketiga.

 


 

Terdapat dua aplikasi pemutar musik, pertama buatan Google dengan Play Music dan kedua buatan ASUS sendiri. Tidak ada yang spesial dari aplikasi pemutar musik buatan ASUS selain tampilan yang senada dengan ZenUI. Meskipun Play Music ada pengaturan equalizer, namun untuk Music tidak tersedia. Sedangkan fitur Sonic Master yang dibanggakan hanya berfungsi di speaker saja tidak di headset. Untuk keluaran suara via speaker memang terdengar berkualitas namun tidak terlalu kencang.

 


 

 


 

 


 

Tersedia juga fitur Radio FM yang dapat menyimpan hingga 6 stasiun, dan pengguna dapat memilih mendengarkan via headset atau speaker. Tentunya dengan headset yang tertancap karena berfungsi sebagai antena.

 


 

Browser
Chrome wajib hadir sebagai browser di Android, tapi ASUS juga memberikan aplikasi browser mereka sendiri. Browser ASUS ini memiliki tampilan senada dengan ZenUI dimana informatif dan intuitif dan fitur-fitur standar yang anda temukan di browser lain. Anda dapat melakukan multitab hingga 16 tab sekaligus, perlu diingat semakin banyak tab yang anda buka maka semakin menurun performa. Membuka konten video di situs versi desktop tidak menjadi masalah disini.

 


 

 


 

Hasil HTML5Test :

 


 

Hasil SunSpider:

 


 

Benchmark

  • Quadrant Standard: 6755 poin
  • AnTuTu: 15226 poin
  • NenaMark2: 59.3 fps
  • Multitouch Tester: maksimal 10 sentuhan
  • Camspeed: 574 poin (no flash), - poin (flash)

 

ASUS Zenfone 4 Review Gallery
 

 

Konektivitas
Zenfone 4 berjalan di jaringan quadband GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, quadband HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100 SIM 1 & 2. Untuk konektivitas lokal terdapat WiFi 802. 11 b/g/n, Bluetooth v4.0, A-GPS GLONASS, microUSB v2.0, dan microSD hingga 64GB.

 


 

Daya Tahan Baterai
Ini dia poin dimana membuat calon pembeli berhenti terkagum-kagum dengan Zenfone 4. Ya, meskipun satu-satunya yang dapat mengganti baterai diantara Zenfone 5 dan 6, namun Zenfone 4 hanya dibekali baterai Lithium Ion tipis berkapasitas 1200mAh saja. Untungnya ASUS berbaik hati (atau memang sadar kapasitas tersebut sangat kurang) dengan memberikan 1 lagi baterai ekstra untuk back up. Baterai ini diklaim memiliki waktu stand by hingga 192 jam dan waktu talk time hingga 10 jam.

 


 

Untuk mengantisipasi dari sisi software, dalam ZenUI terdapat aplikasi Battery Saving Mode. Terdapat tiga pilihan profil yang pertama Ultra Saving Mode, Optimized Mode, dan Customized Mode. Kami menguji dengan memutar video format MKV 720p selama satu jam, baterai berkurang 17% dari 100% ke 83%, dengan kondisi kecerahan layar 50%, selular tidak aktif hanya koneksi WiFi.

Perkiraan kami jika sudah digunakan sebagai ponsel utama dengan terkoneksi internet ke layanan-layanan yang umum digunakan (email, social media, browsing, dll) baterai hanya dapat bertahan maksimal 5 jam penggunaan saja.

Kesimpulan
Mungkin anda semua sudah bisa menyimpulkan jika melihat dari spesifikasi yang diberikan dan harga yang dibanderol, ponsel ini sangat patut menjadi pertimbangan jika ingin membeli smartphone Android satu jutaan pas. Bahkan setelah kami melakukan review, menguatkan teori tersebut karena performa tidak mengecewakan. Ya hanya isu baterai saja yang mengganggu, memang diberikan baterai ekstra, tapi akan repot bukan jika anda harus membuka casing belakang ponsel dikala perjalannan untuk mengganti baterai yang masih penuh tenaganya? Selain baterai, janji update Kitkat dan antarmuka fresh ala Zen juga menjadi nilai tambah. Asal bisa menjaga kualitas, kami yakin ASUS dapat melibas kompetitor di kelas low-end.

Kelebihan

  • Spesifikasi dan performa mumpuni di harga murah
  • Banyak terisi aplikasi bawaan dengan nilai tambah
  • Baterai dapat diganti-ganti
  • Layar berkualitas baik dibanding kompetitor dikelasnya

Kekurangan

  • Kapasitas baterai minim
  • Lapisan layar reflektif

Parameter Penilaian
Desain: 7.8
Kualitas: 8.0
Fitur: 8.2
Performa: 8.8
Baterai: 6.0
Harga: 9.5

Nilai Keseluruhan: 8.1

Dimulai dengan Review LG Nexus 5, kami menggunakan parameter penilaian terbaru dengan total 6 parameter. Untuk nilai yang tertera di dekat judul review adalah Nilai Keseluruhan, dibulatkan sampai 1 desimal.

 

 



Related Article